SMP PGRI 1 BUDURAN

Jl. Siwalanpanji No.3 Telp. 031-8961321 Sidoarjo Email: smppgri1sidoarjo79@gmail.com

BERANDA VISI & MISI UNGGULAN P T K MAPEL SERBA-SERBI UJIAN ONLINE

 

 

PENGUMUMAN

AGENDA

ARTIKEL PENA

DOKUMENTASI

TUGAS SISWA

NILAI SISWA

 

  Statistik Pengunjung :

  counter widget

  Bagikan Ke Teman

 
 

 

Artikel Bapak Ibu Guru :

 

Tumbuhkan Rasa Cinta Karya Seni

dan Kembangkan Hasil Karya Seni

Oleh: Ayusti Reza Alam, S.Pd

 

Guru SBK SMP PGRI 1 Buduran

 

 

Suatu kegiatan yang dilakukan tidak sesuai dengan minat akan menghasilkan prestasi yang kurang menyenangkan. Dapat dikatakan, bahwa dengan terpenuhinya minat seseorang akan mendapatkan kesenangan dan kepuasan batin yang dapat menimbulkan motivasi. Prestasi seseorang selalu dipengaruhi macam dan intensitas minatnya. Minat menimbulkan kepuasan. Seorang anak cenderung untuk mengulang-ulang tindakan-tindakan yang didasari oleh minat. Minat ini dapat bertahan selama hidupnya.

Dengan demikian, minat belajar merupakan faktor yang sangat penting dalam keberhasilan belajar peserta didik. Disamping itu minat belajar juga dapat mendukung dan mempengaruhi proses belajar-mengajar di sekolah. Namun, dalam praktiknya tidak sedikit guru Seni Budaya (Kesenian) menemukan kendala di dalam kelas. Sebab, kurangnya minat peserta didik dalam pembelajaran Seni Budaya, khususnya seni rupa. Jika hal ini terjadi, maka proses belajar-mengajar pun akan mengalami hambatan dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Berdasarkan pengalaman penulis, pada saat pembelajaran berlangsung peserta didik kurang bergairah dalam mengikuti pelajaran. Hanya sebagian kecil peserta didik yang bisa memahami dan mengerjakan tugas dengan semangat. Sebagian besar peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan dengan perasaan terpaksa atau takut. Hal ini menyebabkan tugas yang diberikan hasilnya kurang memuaskan, sehingga terkesan asal jadi. Jika mereka ditanya, alasannya mereka tidak mempunyai bakat di bidang seni atau tidak punya bakat menggambar. Dengan kondisi seperti ini, guru perlu mencari upaya bagaimana menumbuhkan minat belajar peserta didik terutama dalam pembelajaran Seni Rupa.

Untuk memotivasi peserta didik agar tumbuh rasa minat belajar dalam pelajaran seni budaya, terutama seni rupa, tenaga pendidik atau guru seni budaya mengupayakan adanya kegitan pameran karya seni rupa tingkat kelas atau sekolah. Untuk menampilkan hasil karya seni rupa yang dibuat oleh para peserta didik.

Dengan diadakannya pameran, peserta didik akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat hasil karya seni rupa yang spektakuler. Mereka akan enggan bermalas-malasan, karena nantinya hasil karya seni mereka akan dipertontonkan di khalayak umum.

Arti dari pameran yaitu sebagai kegiatan penyajian visual untuk menyampaikan Ide kreatifnya kepada masyarakat luas. Dengan menampilkan hasil karya di hadapan khalayak umum, maka akan mendapatkan penilaian, penghargaan, tanggapan, respon, ataupun kritikan, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas karya seni berikutnya.

Pameran karya seni rupa tidak hanya dilakukan oleh para seniman besar saja, namun seniman cilik pun sudah banyak menampilkan hasil karyanya lewat pameran-pameran yang diadakan oleh sekolah. Pameran kelas atau sekolah merupakan kegiatan studi yang berfungsi untuk menampilkan hasil karya peserta didik.

Dengan diadakannya kegiatan pameran seni rupa ini secara rutin, para peserta didik akan merasa termotivasi untuk membuat hasil karya seni rupa yang lebih bagus dan spektakuler. Karena hasil karya mereka ditonton oleh khalayak umum atau masyarakat sekolah, mereka akan mendapat beberapa pujian dan kritakan untuk hasil karya mereka. Dengan begitu para peserta didik akan berlomba-lomba menyajikan hasil karya seni rupa yag lebih beragam jenisnya dan lebih menarik.

Di SMP PGRI 1 Buduran sudah diadakan kegiatan pameran seni rupa secara rutin. Hasilnya pun setiap tahunnya bertambah bagus dan menarik. Warga sekolah yang melihat pun semakin tertarik, dan para pendidik semakin bangga kepada peserta didik-siswi SMP PGRI 1 Buduran. Para peserta didik juga semakin kreatif dan imajinatif dalam berkarya. ***

 

 

<< Kembali