SMP PGRI 1 BUDURAN

Jl. Siwalanpanji No.3 Telp. 031-8961321 Sidoarjo Email: smppgri1sidoarjo79@gmail.com

BERANDA VISI & MISI UNGGULAN P T K MAPEL SERBA-SERBI UJIAN ONLINE

 

 

PENGUMUMAN

AGENDA

ARTIKEL PENA

DOKUMENTASI

TUGAS SISWA

NILAI SISWA

 

  Statistik Pengunjung :

  counter widget

  Bagikan Ke Teman

 
 

 

Artikel Bapak Ibu Guru :

 

Memotivasi Belajar Melalui Karya Sastra

Oleh: Bogie Assasulillah Maharani, S.Pd

(Guru Bahasa Indonesia SMP PGRI 1 Buduran)

          

 

Mendengar kata ‘membaca’, mungkin sebagian orang akan menganggap hal yang membosankan. Apalagi buku yang dibaca adalah buku pelajaran yang menurut sebagian peserta didik sangat membosankan dan sulit dipahami. Padahal, membaca adalah ketrampilan pertama yang diajarkan oleh guru kepada peserta didik di bangku sekolah. Membaca dapat digambarkan sebagai sebuah jendela untuk melihat, mengetahui, memahami, dan menduga masa lalu, masa kini, dan masa depan dunia.

Kegiatan untuk meningkatkan motivasi belajar yang dilakukan oleh pendidik/guru bermacam-macam. Alangkah baiknya jika dalam memotivasi peserta didik menggunakan metode yang relevan dengan mata pelajaran yang diampunya. Selain mampu memotivasi para peserta didik tujuan dalam pembelajaran dapat tercapai juga. 

Karya sastra memang bersifat imajinatif. Meskipun demikian, cerita yang diangkat dalam karya sastra merupakan sebuah cerminan kehidupan. Kebanyakan cerita yang diangkat dalam karya sastra adalah permasalahan yang secara nyata terjadi di dalam kehidupan sehari-hari. Hanya saja, dalam penyajiannya lebih didramatisasikan. Karena ceritanya diangkat permasalahan yang terjadi di kehidupan sehari-hari, maka bukan tidak mungkin pembaca akan lebih dapat meresapi makna cerita serta mengapresiasi baik dan buruknya cerita tersebut.

Peserta didik yang memiliki perpustakaan mini di dalam kelas berusaha mengoptimalkan dengan sebaik mungkin. Terbukti dengan kegiatan jam kosong saat pembelajaan yang biasanya dibuat peserta didik dengan bermain-main di dalam kelas tanpa ada kejelasan. Mereka mulai membiasakan diri untuk sekadar membaca karya sastra yang dimiliki perpustakaan mini di kelasnya. Saat pembelajaran bahasa Indonesia, peserta didik sering kali meminta waktu satu jam pelajaran untuk membaca karya sastra terlebih dahulu. Kegiatan ini dapat membangun motivasi belajar peserta didik dan mengubah mindset mereka bahwa membaca adalah hal yang mengasyikkan. Harapannya adalah  para peserta didik dapat tergugah dan merasa terkritiki oleh cerita yang disajikan oleh pendidik/guru. Kemudian, secara sadar mau berubah secara bertahap menuju ke arah yang lebih baik. ***

 

 

<< Kembali