SMP PGRI 1 BUDURAN

Jl. Siwalanpanji No.3 Telp. 031-8961321 Sidoarjo Email: smppgri1sidoarjo79@gmail.com

BERANDA VISI & MISI UNGGULAN P T K MAPEL SERBA-SERBI UJIAN ONLINE

 

 

PENGUMUMAN

AGENDA

ARTIKEL PENA

DOKUMENTASI

TUGAS SISWA

NILAI SISWA

 

  Statistik Pengunjung :

  counter widget

  Bagikan Ke Teman

 
 

 

Artikel Bapak Ibu Guru :

 

Konseling Kelompok, Upaya Membantu

Peserta Didik Hadapi dan Selesaikan Permasalahan

Oleh: Dewi Harnum, S.Psi

Guru BK SMP PGRI 1 Buduran

          Salah satu upaya yang dilakukan oleh Guru Bimbingan dan Konseling dalam rangka membantu peserta didik menghadapi masalahnya adalah dengan memberikan pelayanan Konseling Kelompok. Konseling kelompok dapat diartikan sebagai bantuan kepada peserta didik dalam situasi kelompok yang bersifat pencegahan dan penyembuhan. Individu dalam konseling kelompok menggunakan interaksi kelompok untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan terhadap nilai-nilai dan tujuan-tujuan tertentu untuk mempelajari dan menghilangkan sikap-sikap dan perilaku yang tidak tepat.
 

          Tujuan konseling kelompok secara umum adalah untuk mengembangkan kepribadian siswa, dimana berkembang kemampuan sosialisasinya, komunikasinya, kepercayaan diri, keperibadian, dan mampu memecahkan masalah yang berlandaskan nilai ilmu dan agama. Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk membahas topik yang mengandung masalah aktual, hangat dan menarik perhatian anggota kelompok. Disamping itu untuk membahas masalah pribadi individu. Fungsi layanan konseling kelompok adalah dapat mengatasi masalah yang relatif sama, sehingga mereka tidak mengalami hambatan untuk mengembangkan segenap potensi yang ada.
         

          Layanan yang paling banyak dipakai oleh Guru Bimbingan dan Konseling di SMP PGRI 1 Buduran untuk membantu peserta didik dalam menghadapi dan menyelesaikan permasalahannya adalah menggunakan layanan konseling kelompok. Konseling kelompok dinilai lebih efektif dikarenakan melihat keseharian dan kesukaan peserta didik yang mayoritas remaja dan lebih senang berkelompok, jadi layanan konseling kelompok dinilai lebih efektif. Selain itu banyak orang yang mendapatkan layanan sekaligus dalam satu waktu. Layanan ini juga sesuai dengan teori belajar karena mengandung aspek sosial yaitu belajar bersama. Peserta layanan akan berbagi ide dan saling mempengaruhi untuk berkembang menjadi manusia seutuhnya.
 

          Hal tersebut juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Indra Kurniawan, mahasiswa Universitas Nusantara PGRI Kediri tentang Efektivitas Penggunaan Layanan Konseing Kelompok Dalam Mengatasi Perilaku Bullying Teman Kelas. Penelitian Lidya Novi Kristiani, mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala Madiun tentang Efektivitas Konseling Kelompok Dalam Mengatasi Perilaku Egosentris Pada Siswa Remaja. Dan juga penelitian Intan Permata Sari, mahasiswa Universitas Nusantara PGRI Kediri tentang Efektivitas Penggunaan Layanan Konseling Kelompok Dalam Menangani Siswa Membolos Pada Kelas IX.
 

          Salah satu kegiatan konseling kelompok dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 2017. Materi yang dibahas adalah perilaku bullying teman sekelas dan konseling diikuti oleh 8 anak. Pelaksanaan konseling kelompok meliputi beberapa hal, diantaranya adalah:


1. Identifikasi masalah, setiap anggota/konseli menceritakan permasalahnnya masing-masing.
2. Menentukan masalah yang menjadi prioritas untuk diselesaikan terlebih dahulu, yaitu masalah bullying yang dilakukan oleh teman sekelas.
3. Melakukan analisis alternatif penyebab dari masalah tersebut, kenapa bullying itu bisa terjadi.
4. Rangkuman alternatif pemecahan masalah, yaitu adanya masukan dari konseli lain.
5. Respon/tanggapan konseli terhadap berbagai alternatif.
6. Tanggapan/respon anggota kelompok terhadap permasalahn konseli.
7. Kesan, pesan, dan harapan anggota kelompok setelah mengikuti konseling kelompok.
8. Meminta seluruh anggota kelompok untuk membuat poster tentang anti bullying dan ditempelkan pada beberapa tempat yang strategis di sekitar sekolah.

          Setelah pemberian layanan konseling kelompok dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan perilaku bullying. Dalam pemberian layanan konseling kelompok, Guru BK menekankan pada pengembangan diri pribadi, yaitu membantu peserta didik/konseli dengan cara mendorong pencapaian tujuan perkembangan dimana dalam konseling kelompok ini tujuan perkembangannya adalah berkurangnya perilaku bullying pada peserta didik/konseli kemudian memfokuskan pada kebutuhan dan kegiatan belajarnya. Perasaan dan hubungan antara anggota sangat ditekankan dalam konseling kelompok. Jadi anggota akan belajar tentang dirinya dalam hubungannya dengan anggota lain atau orang lain, selain itu dalam konseling kelompok anggota kelompok dapat pula belajar memecahkan masalah berdasarkan masukan dari anggota lain. ***


 

 

<< Kembali