SMP PGRI 1 BUDURAN

Jl. Siwalanpanji No.3 Telp. 031-8961321 Sidoarjo Email: smppgri1sidoarjo79@gmail.com

BERANDA VISI & MISI UNGGULAN P T K MAPEL SERBA-SERBI UJIAN ONLINE

 

 

PENGUMUMAN

AGENDA

ARTIKEL PENA

DOKUMENTASI

TUGAS SISWA

NILAI SISWA

 

  Statistik Pengunjung :

  counter widget

  Bagikan Ke Teman

 
 

Nasehat Dari Kami :

> Indra Atma

  • Tekun mencoba tanpa takut gagal

 > Drs. Koesmoko

  • Kesederhanaan dan keunikan dalam menulis, tetapi layak jual

> Dra. Liliek Tri Utami

  • Penderitaan karena disiplin, lebih baik daripada penderitaan karena penyesalan

> Dra. Lasmi

  • Kejujuran itu seperti cermin. Sekali dia retak, pecah, maka jangan harap dia akan pulih seperti sedia kala

> Abdul Basir, SAg

  • Lalai akan menyebabkan penyesalan yang teramat mendalam, waspada lah karena waktu yang sudah terlewat tidak bisa terulang dan akan susah memperbaikinya


 

Berita Terpoluler

 

Post Test Peserta Didik Soal Antinarkoba

Peserta didik kelas 8 SMP PGRI 1 Buduran mengikuti post test (ulangan) soal materi antinarkoba yang pernah diberikan oleh petugas dari Polresta Sidoarjo, Selasa, 13 Maret 2018.
Peserta didik yang mengikuti post test adalah kelas 8 A, 8 B, 8 C, 8 D, 8 E, 8 F, 8 G, 8 H, dan 8 I.

Program TNI-Polri Mengajar
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, SMP PGRI 1 Buduran ditunjuk oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo dalam Program TNI-Polri Mengajar.
Penunjukan ini bersama-sama dengan SMPN 1 Sidoarjo, SMPN 2 Sidoarjo, SMPN 4 Sidoarjo, dan SMPN 6 Sidoarjo.
Untuk kali pertama, anggota polisi dari Polresta Sidoarjo mengajar di SMP PGRI 1 Buduran pada hari Rabu, 7 Pebruari 2018.
Kegiatan tersebut merupakan program kerjasama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo dengan Polresta Sidiarjo dan Kodim 0816 Sidoarjo.
Adapun materi yang disampaikan adalah tentang Pencegahan, Pemberantasan, dan Penyalahgunaan Narkoba, serta Wawasan Kebangsaan.
Sesuai jadwal dari Polresta Sidoarjo, yang bertugas mengajar di SMP PGRI 1 Buduran: AKP H. Sukamto mengajar kelas 8A dan 8E. Iptu Yulius Sudaryoto mengajar kelas 8B dan 8F. Iptu Agus Akhmad Hansip mengajar kelas 8C dan 8G. Aiptu Jatiko Utomo mengajar kelas 8D dan 8H. (Humas SMP PGRI 1 Buduran)
Pemeriksaan Mata Peserta Didik SMP PGRI 1 Buduran

SMP PGRI 1 Buduran bekerjasama dengan mitra mengadakan pemeriksaan gratis mata untuk peserta didik kelas 7.
Pemeriksaan mata ini dimaksudkan untuk membantu peserta didik yang mempunyai gangguan fungsi pengelihatan.
Kepala SMP PGRI 1 Buduran, Drs. H. Abdul Sjukur, MM mengatakan, terkadang ditemui ada peserta didik yang tidak bisa belajar dengan baik karena mempunyai gangguan pengelihatan.
"Setelah berkacamata ternyata anak tersebut bisa belajar dengan baik dan berprestasi,"ujarnya.
Sebagai upaya serius membantu peserta didik yang mempunyai gangguan fungsi pengelihatan, hasil pemeriksaan mata dilaporkan kepada masing-masing kelas.
Selain itu ditindaklanjuti dengan mengundang orangtua/wali peserta didik ke sekolah untuk sosialisasi optik/kacamata, Selasa, 13 Maret 2018.
Pada kesempatan tersebut juga disampaikan edukasi bagaimana menjaga kesehatan mata. Di antaranya supaya makan makanan yang mengandung vitamin A, menjaga kebiasaan cara melihat, membaca, dan menonton objek sehari-hari.
Koodinator Tim Guru BK SMP PGRI 1 Buduran, Dra. Hj. Eva Wahyuda, M.Pd menyebutkan, mata plus, minus, atau silinder bisa diakibatkan oleh kebiasaan cara melihat yang kurang terjaga.
"Termasuk kalau sudah berkacamata mestinya harus disiplin menggunakannya,"katanya. (Humas SMP PGRI 1 Buduran)
Parenting Skill untuk Orangtua/Wali Peserta Didik

Tim Guru BK SMP PGRI 1 Buduran mengadakan Parenting Skill untuk orangtua/wali peserta didik kelas 7 di sekolah, Kamis, 8 Maret 2018.
Tim Guru BK SMP PGRI 1 Buduran: Dra. Hj. Eva Wahyuda, M.Pd; Lindah Retnoningtyas, S.Pd; Dewi Harnum, S.Psi, dan Oktania Anggraeni, S.Psi memberikan edukasi khusus terkait dengan pemakaian handphone android.
Termasuk penjelasan bagaimana peraturan sekolah terkait dengan pemakaian handphone.
"Boleh membawa handphone ke sekolahan, namun harus dititipkan,"ujar Dra. Hj. Eva Wahyuda, M.Pd.
Sementara itu, Kaur Humas SMP PGRI 1 Buduran, Drs. Koesmoko mempresentasikan materi Etika Bermedsos.
Di antaranya dijelaskan tentang UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) dan Fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) terkait media sosial.
"Jangan posting dan share tentang pencemaran nama baik, penistaan, bulying, cabul/porno, ancaman, penghasutan, perjudian, penipuan, sadisme, plagiat, dan yang berbau SARA,"katanya.
Menurutnya, harus bijak dalam bermedsos. "Waspada dan hati-hati dengan hoax (berita dusta/bohong) dan hate speech (ujaran kebencian),"tambahnya.
Acara juga diisi dengan dialog/tanya jawab interaktif dan konsultasi. (Humas SMP PGRI 1 Buduran)
Tim Pramuka Putri SMP PGRI 1 Buduran Juara 3 Scampy IV

Tim Penggalang Pramuka Putri Gudep 02.60 Pangkalan SMP PGRI 1 Buduran menjadi Juara 3 Scampy (Smenda Scout Camaraderie to Achieve the Measurable Performance of Youth) IV 2018 di SMKN 2 Buduran, Sidoarjo.
Scampy IV ini merupakan ajang lomba kepramukaan tingkat penggalang SMP/MTs sederajat se-Jawa Timur. Dilaksanakan pada hari Minggu, 4 Maret 2018.
Kegiatan yang dilakukan adalah: LKB3 (Lomba Ketrampilan Baris Berbaris Bertongkat), pionering, semaphore dance, scout essay, dan scout preneur.
"Dengan demikian, Pramuka Putri SMP PGRI 1 Buduran keluar menjadi Juara 3 Lomba Penggalang se-Jawa Timur,"kata Kak Dra. Liliek Tri Utami, pembina Pramuka SMP PGRI 1 Buduran.
Kemenangan ini diapresiasi secara khusus oleh Kepala SMP PGRI 1 Buduran, Drs. H. Abdul Sjukur, MM selaku Kamabigus. "Alhamdulillah, anak-anak bisa menjadi juara. Semoga terus bisa berprestasi,"ujarnya. (Humas SMP PGRI 1 Buduran)
Imunisasi Vaksin Difteri Peserta Didik SMP PGRI 1 Buduran

Semua peserta didik SMP PGRI 1 Buduran kelas 7, 8, dan 9 mendapat imunisasi difteri di sekolahan pada hari Selasa, 27 Pebruari 2018.
Imunisasi ini dilaksanakan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Buduran Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo.
Untuk peserta didik kelas 7 dilaksanakan di ruang Laboratorium IPA. Sedangkan untuk peserta didik kelas 8 dan 9 dilaksanakan di ruang Aula Pandanwangi.
Kepala SMP PGRI 1 Buduran, Drs. H. Abdul Sjukur, MM menyebutkan, difteri merupakan penyakit pada selaput lendir hidung dan tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri.
"Penyakit ini bisa menimbulkan lapisan tebal berwarna abu-abu pada tenggorokan, sehingga dapat membuat si penderita sulit makan dan bernafas. Selanjutnya bisa menyebabkan kematian,"katanya.
Berbagai sumber literatur kesehatan menyebutkan, bila infeksi tidak diobati, toksin yang dihasilkan oleh bakteri (corynebacterium diphteriaec) bisa mengakibatkan lumpuh dan gagal jantung jika dibiarkan. Imunisasi yang cocok adalah DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus).

RIWAYAT DIFTERI
Manfaat imunisasi difteri perlu diketahui oleh para orang tua untuk menumbuhkan kesadaran bahwa mencegah difteri itu lebih mudah daripada mengobatinya.
Kita semua sudah tahu jika penyakit difteri adalah salah satu penyakit berbahaya yang dapat mengancam keselamatan jiwa khususnya bagi anak-anak.
Ketika muncul, difteri bisa dengan sangat cepat menyebar dan mewabah karena sifatnya yang mudah menular. Terbukti tahun 2017 ini di Indonesia terjadi kembali KLB (Kejadian Luar Biasa) difteri yang mewabah di berbagai daerah.
Sebenarnya penyakit difteri ini sudah terbilang cukup langka, jumlah penderita difteri di dunia terus menurun dari tahun ke tahun seiring dengan semakin meratanya pemberian vaksin anti difteri di seluruh dunia. Mengapa difteri sangat mudah menular dan mewabah?
Ini yang sering jadi pertanyaan, mengapa difteri dapat menyebar dengan cepat dan mewabah di suatu daerah?
Hal ini sejatinya disebabkan karena sifat bakteri Corynebacterium diphtheriae yang sangat mudah berpindah dari satu penderita ke orang lain di sekitarnya, juga karena status imunitas (kekebalan) masyarakat Indonesia terhadap penyakit ini yang belum merata.
Kesenjangan imunitas atau yang istilahnya disebut dengan immunity gap ini bisa menjadi awal munculnya penyakit difteri di suatu daerah.
Awalnya penyakit difteri muncul pada orang-orang yang tidak kebal terhadap difteri, dan kemudian menularkannya pada orang-orang di sekitarnya (termasuk yang sudah diimunisasi).
Proses ini terus berlanjut hingga terjadilah wabah difteri.
Masih perlu penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hal ini, namun secara teori, hal tersebut mungkin saja terjadi. (Humas SMP PGRI 1 Buduran)
<<Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Next>>


 

 

 

 

  Catatan Bapak Ibu Guru :

 

 > Muklas Safi’i Putra, S.Pd

 

 > Wylla Annika Syahra, AMd.Gz

 

 > Dewi Harnum, S.Pd

 

 > Dyah Miratus, S.Pd

 

 > Ayusti Reza Alam, S.Pd

 

 > Fari Murfaricha, S.Pd

 

 > Imnatus Juhro, S.Pd

 

 > Bogie Assasulillah M, S.Pd